Pemprov Jateng Bidik WiFi Publik Jadi Sumber PAD Baru 2027
- account_circle Indra W
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

SURAKARTA | EskposJateng.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melirik potensi baru untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2027, yakni dari pemanfaatan aset digital berupa layanan WiFi publik.
Gagasan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan 2027 yang digelar di Surakarta, Rabu (8/4/2026). Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Digital (Diskomdigi) Jateng, Agung Hariyadi, menyebut WiFi publik berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
“Hari ini kita ikut rakor pendapatan 2027. Komdigi sebagai salah satu pengusul penyediaan baru PAD, kita menawarkan pemanfaatan aset digital, salah satunya WiFi publik,” ujar Agung.
Selama ini, Pemprov Jateng secara konsisten menambah sekitar 300 titik WiFi gratis setiap tahun di seluruh kabupaten/kota. Namun, ekspansi tersebut turut meningkatkan beban fiskal daerah hingga miliaran rupiah.
Untuk mengatasinya, Diskomdigi menawarkan skema kolaborasi dengan pihak ketiga melalui konsep collaborative fund. Skema ini dinilai mampu menghadirkan dua keuntungan sekaligus: perluasan jaringan tanpa membebani anggaran, serta kontribusi langsung terhadap PAD.
“Dengan kolaborasi itu, kita mendapatkan dua manfaat. Satu, penambahan WiFi oleh pihak ketiga. Dua, kita mendapatkan kontribusi PAD,” kata Agung.
Dalam skema tersebut, titik-titik WiFi publik akan disewakan kepada agensi atau pihak ketiga. Mereka akan mengelola captive portal sekaligus menayangkan iklan kepada pengguna, sementara pemerintah daerah menerima pemasukan dari nilai sewa.
Agung menambahkan, pihaknya telah mengusulkan skema ini agar masuk dalam revisi Peraturan Daerah Nomor 12 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Program WiFi gratis sendiri tetap menjadi prioritas Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Prinsipnya, layanan publik tetap berjalan, namun pembiayaan diperkuat melalui kolaborasi.
Jika skema ini berjalan optimal, Diskomdigi memperkirakan kontribusi awal terhadap PAD pada 2027 mencapai Rp 306 juta. Nilai tersebut berpotensi meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna.
“Saat user lebih banyak, peluang untuk peningkatan PAD lebih besar lagi,” ujar Agung.
Saat ini, Pemprov Jateng telah memiliki 369 titik WiFi publik yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari desa, sekolah, hingga ruang publik. Jumlah ini dipastikan terus bertambah setiap tahun, seiring tingginya minat dari pihak ketiga untuk terlibat dalam pengelolaan dan monetisasi jaringan.
“Banyak yang tertarik, tidak hanya satu agensi. Karena titiknya terus bertambah, peluangnya juga besar,” kata Agung.
Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memaksimalkan seluruh aset dan potensi yang dimiliki guna meningkatkan pendapatan daerah pada 2027.
- Penulis: Indra W
- Editor: Agus Subekti

Saat ini belum ada komentar