Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » REGIONAL » Lele dari Mranggen: Inovasi Sederhana Menggerakkan Ekonomi Desa

Lele dari Mranggen: Inovasi Sederhana Menggerakkan Ekonomi Desa

  • account_circle Indra W
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Ungaran | EksposJateng.com – Dusun Mranggen di Kabupaten Semarang itu tenang. Hamparan sawah membentang, angin sesekali membawa aroma lumpur dari deretan kolam terpal yang berjajar di sudut dusun. Di situlah Bang Oyong memulai kisah kecil tentang ketekunan—kisah yang kini pelan-pelan menggerakkan ekonomi warga sekitar.

Pria yang telah lama berkecimpung di dunia pertanian itu berdiri di tepi kolamnya suatu pagi. Ember pakan di tangan, ia menebarkan butiran pakan ke permukaan air. Seketika air beriak, ratusan lele muncul berebut makan.

Perjalanan menuju titik ini tidak berlangsung seketika. Bang Oyong mengingat betul masa awal ketika ia memutuskan meninggalkan rutinitas bertani dan mencoba peruntungan di budidaya ikan lele.

Dulu banyak tantangan. Mulai dari memilih bibit yang bagus sampai mengelola kolam agar ikan bisa tumbuh sehat, semuanya harus dipelajari dari awal,” ujar Bang Oyong ketika ditemui di kolam miliknya di Dusun Mranggen.

Ia mengaku tidak memiliki banyak modal ketika memulai. Karena itu, ia mencoba mencari cara agar usaha tetap berjalan tanpa biaya operasional yang terlalu besar. Dari situ muncul ide memanfaatkan limbah ayam yang tidak terpakai sebagai bahan pakan.

Menurutnya, limbah tersebut diolah terlebih dahulu sebelum diberikan ke ikan agar tetap aman dan bernilai gizi.

Kalau hanya mengandalkan pakan pabrik, biaya produksi cukup tinggi. Dengan memanfaatkan limbah ayam, kita bisa menekan biaya sekaligus memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar,” katanya.

Langkah sederhana itu justru menjadi salah satu kunci keberlanjutan usahanya. Produksi lele tetap stabil, sementara pengeluaran bisa dikendalikan. Seiring waktu, kolamnya pun bertambah.

Yang menarik, Bang Oyong tidak menutup pengetahuan yang ia miliki. Ia justru mengajak warga sekitar, terutama para pemuda, untuk ikut belajar budidaya lele.

Saya ingin usaha ini tidak hanya dinikmati sendiri. Kalau warga bisa ikut belajar dan mengembangkan kolam, pendapatan keluarga di dusun ini juga bisa meningkat,” ujarnya.

Dari kolam-kolam sederhana itu, hasil panen mulai mengalir ke pasar lokal. Salah satu pasar yang cukup menyerap produksi adalah area pemancingan yang membutuhkan pasokan ikan secara rutin.

Bang Oyong menyebut permintaan lele dari pasar pancingan cukup stabil. Kualitas ikan yang baik membuat pembeli datang kembali.

Kami rutin menyuplai lele ke pasar pancingan. Selama kualitas ikan terjaga, permintaan biasanya terus ada,” kata dia.

Dalam proses pemasaran, ada beberapa nama yang cukup dikenal di kalangan petani lele setempat. Salah satunya Koh Met—yang akrab disapa Trend oleh para petani—serta Babah Nasikin. Keduanya membantu menyalurkan hasil panen lele, baik untuk kebutuhan kolam pancing maupun konsumsi.

Dengan adanya jaringan pemasaran tersebut, petani tidak kesulitan menjual hasil panen.

Perlahan, aktivitas budidaya lele di Dusun Mranggen mulai dikenal oleh masyarakat sekitar. Apa yang dirintis Bang Oyong kini menjadi inspirasi bagi petani lain untuk mencoba usaha serupa.

Bang Oyong sendiri tidak memiliki target besar. Ia hanya berharap semakin banyak warga desa yang berani mencoba peluang baru.

Saya berharap teman-teman petani di sini berani mencoba usaha lain selain pertanian. Potensi di sekitar kita sebenarnya banyak, tinggal bagaimana kita mau memanfaatkannya,” ujarnya.

Kini, di balik kolam-kolam sederhana yang berdiri di tengah sawah Mranggen, ada harapan baru yang tumbuh. Dari usaha kecil itu, denyut ekonomi desa pelan-pelan bergerak. Dan Bang Oyong, dengan langkah tenangnya, menjadi salah satu penggeraknya.

  • Penulis: Indra W

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MPLS SMP N 1 Bawen Angkat Isu Bijak Bermedsos: “Media Sosial Kini Jadi Orang Tua Pertama Anak”

    MPLS SMP N 1 Bawen Angkat Isu Bijak Bermedsos: “Media Sosial Kini Jadi Orang Tua Pertama Anak”

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Bang Nur
    • 0Komentar

    UNGARAN | EksposJateng.com – Media sosial kini bukan lagi sekadar sarana komunikasi. Di kalangan pelajar, platform digital ini sudah seperti “orang tua kedua” yang setiap hari membentuk pola pikir dan kebiasaan mereka. Ironisnya, kemudahan akses terhadap berbagai konten di dunia maya kini menjadi kekhawatiran tersendiri di dunia pendidikan. Melihat fenomena ini, SMP Negeri 1 Bawen […]

  • Brigjen Ena Sulaksana Laporkan Kenaikan Pangkat ke Pangkormar

    Brigjen Ena Sulaksana Laporkan Kenaikan Pangkat ke Pangkormar

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Indra
    • 0Komentar

    JAKARTA | EksposJateng.com – Suasana di Holding Room Yonif 6 Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2025) siang itu terasa hangat. Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) Brigjen TNI (Mar) Ena Sulaksana, S.E., hadir untuk melaporkan kenaikan pangkatnya kepada Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. Kenaikan […]

  • Gubernur Jateng dan DPD RI Bahas Penanganan Rob di Pantura, Minta Pembangunan Giant Sea Wall Dikawal

    Gubernur Jateng dan DPD RI Bahas Penanganan Rob di Pantura, Minta Pembangunan Giant Sea Wall Dikawal

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Andi Saputra
    • 0Komentar

    SEMARANG | EksposJateng.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggelar rapat kerja dengan Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Kamis (3/7/2025), di kompleks Kantor Gubernur Jateng. Rapat tersebut digelar dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta menampung aspirasi terkait penanganan banjir dan rob di wilayah Pantai […]

  • Polres Semarang Gandeng Ponpes Tanam Jagung Dukung Ketahanan Pangan

    Polres Semarang Gandeng Ponpes Tanam Jagung Dukung Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle M. Supadi
    • 0Komentar

    UNGARAN | HARIAN7.COM – Polres Semarang kembali bergerak mendukung program ketahanan pangan nasional. Kali ini, bersama Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Ungaran, jajaran Polres menanam jagung di lahan milik ponpes, Rabu (6/8/2025). Kegiatan dipimpin Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., dan diikuti Wakapolres serta para pejabat utama. Turut hadir Camat Ungaran Barat dan […]

  • Pemuda Salatiga Unjuk Gigi, Robby Apresiasi Jambore Pemuda 2025

    Pemuda Salatiga Unjuk Gigi, Robby Apresiasi Jambore Pemuda 2025

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Nuraeni
    • 0Komentar

    SALATIGA | EksposJateng.com – Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG menghadiri Malam Penganugerahan Jambore Pemuda Kota Salatiga Tahun 2025, Jumat (11/7) di halaman DPRD Kota Salatiga. Acara yang merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-1275 Kota Salatiga ini berlangsung meriah dan sarat makna. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Komisi E DPRD Jateng, Bagus Suryokusumo, […]

  • Joget Massal dan Nostalgia: Temu Kangen Koes Plus Bersaudara Gegerkan Balkondes Wanurejo

    Joget Massal dan Nostalgia: Temu Kangen Koes Plus Bersaudara Gegerkan Balkondes Wanurejo

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Hadi Santoso
    • 0Komentar

    BOROBUDUR | EksposJateng.com – Suasana Balkondes Wanurejo, Borobudur, Minggu (29/6/2025), seolah disulap jadi lautan nostalgia. Ratusan pencinta Koes Plus dari berbagai penjuru tumpah ruah menghadiri acara Temu Kangen Koes Plus Bersaudara yang berlangsung penuh gegap gempita sejak pukul 10.00 WIB. Acara makin semarak saat David Koeswoyo, cucu dari keluarga legendaris Koeswoyo, naik ke panggung dan […]

expand_less