Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » REGIONAL » Lawan Rendahnya Minat Baca, Komunitas Guru Suka Baca Resmi Bergerak

Lawan Rendahnya Minat Baca, Komunitas Guru Suka Baca Resmi Bergerak

  • account_circle Agus Subekti
  • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
  • comment 0 komentar

Salatiga | EksposJateng.com – Kegelisahan itu lama beredar di ruang-ruang kelas: minat baca siswa rendah, daya paham tersendat, diskusi sering berakhir dangkal. Namun Jumat siang, 27 Februari 2026, di ruang hangat , kegelisahan itu menjelma menjadi gerakan.

Komunitas Guru Suka Baca resmi menggelar pertemuan perdananya bertajuk “Guru Guneman #1”. Sebuah forum berbagi buku yang sederhana dalam bentuk, tetapi terasa serius dalam niat. Lima guru tampil bergantian, membedah buku dengan gaya yang tak seragam—seperti kelas-kelas yang hidup oleh karakter pengajarnya masing-masing.

Komunitas ini lahir dari keyakinan yang nyaris terdengar klise, tetapi justru kerap diabaikan: guru harus menjadi pembaca aktif. Dari tangan merekalah pengetahuan dirawat, rasa ingin tahu disemai, dan buku menemukan kembali martabatnya sebagai bahan bakar berpikir kritis.

Di forum itu, resensi tak dibacakan dengan nada datar. Ada yang mengisahkan buku layaknya dongeng, hangat dan mengalir. Ada yang menyelipkan humor cerdas hingga tawa pecah di sela paragraf. Seorang guru bercerita reflektif, mengaitkan isi buku dengan pengalaman mengajar yang getir sekaligus membahagiakan. Bahkan satu sesi terasa seperti pengajian kecil—penuh wejangan, tenang, dan kontemplatif.

Perhatian peserta tersedot ketika Kak Nita membedah buku Ensexclopedia. Topik pendidikan seks yang kerap diselimuti kecanggungan, diurai dengan bahasa ringan namun berbobot. Ia membuka ruang dialog tentang literasi seksualitas—bukan sebagai sensasi, melainkan sebagai kebutuhan keluarga dan sekolah.

“Seru banget menyimak resensi Kak Nita mengenai sex education dengan dibantu buku Ensexclopedia tadi. Setelah ini jadi pengen beli bukunya, bertukar pikiran sama ayahnya anak-anak, terus kita mulai petualangan belajar seksualitas bersama anak-anak,” ungkap Bunda Joe, salah satu ibu yang hadir bersama anak remajanya.

Di sudut ruangan, tampak dan Dodik Mariyanto, founder School of Life Lebah Putih dan Arunika, menyimak dengan wajah sumringah. Septi menyebut gerakan ini sebagai ikhtiar sunyi yang layak dirawat.

“Saya senang kakak-kakak terus belajar dan banyak membaca. Kalau kakak-kakaknya saja kemana-mana bawa buku bacaan, maka saya optimis generasi anak-anak yang dirawat oleh kakak yang gemar membaca adalah calon generasi emas yang mulia, memiliki rasa empati yang kuat sekaligus kritis dan solutif dalam memecahkan masalah,” ungkap Septi.

Kehadiran para tokoh pendidikan itu mempertegas bahwa forum ini bukan sekadar klub baca. Ia adalah strategi kebudayaan dalam skala kecil: membangun fondasi generasi dari hulu, yakni guru.

Pertemuan ini juga diramaikan pegiat literasi dari serta tim . Kolaborasi lintas komunitas itu memberi pesan sederhana: literasi tak bisa dikerjakan sendirian.

Gerakan ini tumbuh dari paradoks yang tak nyaman. Sejumlah penelitian menunjukkan tingkat literasi Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ironisnya, dalam beberapa survei, guru termasuk kelompok dengan frekuensi membaca yang relatif rendah dibanding profesi lain. Dari keganjilan itulah Guru Suka Baca berangkat.

“Bagaimana mungkin kita berharap siswa mencintai buku jika guru tidak lebih dulu akrab dengannya?” menjadi pertanyaan reflektif yang menggema di antara kursi-kursi lipat sore itu.

Melalui komunitas ini, para guru mencoba membangun ruang aman untuk bertumbuh sebagai pembaca—bukan untuk saling menghakimi, bukan untuk berlomba jumlah buku, melainkan untuk merayakan setiap halaman yang selesai dibaca dan dipahami.

“Guru Guneman” direncanakan menjadi agenda rutin bulanan. Harapannya, ia tak berhenti sebagai euforia pertemuan pertama, melainkan menjelma budaya baru di kalangan pendidik: membaca sebagai laku, berpikir sebagai kebiasaan, dan refleksi sebagai napas kelas.

Sebab ketika guru membaca, siswa melihat.
Ketika guru berpikir, siswa belajar berpikir.
Dan ketika guru mencintai buku, literasi menemukan rumahnya kembali.

  • Penulis: Agus Subekti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Percepatan Pembangunan, Komisi V DPR RI Sambangi Kabupaten Semarang

    Dorong Percepatan Pembangunan, Komisi V DPR RI Sambangi Kabupaten Semarang

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle M. Supadi
    • 0Komentar

    UNGARAN | Eksposjateng.com – Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Semarang pada Jumat (25/7/2025), dalam rangka Reses Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024–2025. Kunjungan ini bertujuan memantau langsung progres pembangunan infrastruktur strategis serta menyerap aspirasi masyarakat daerah. Rombongan Komisi V DPR RI disambut secara resmi oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha di […]

  • Hormat Pergantian Komando: Semangat Baru dari Kodam IV/Diponegoro, Bupati Semarang Apresiasi Kepemimpinan Mayjen Eddy Suryadi

    Hormat Pergantian Komando: Semangat Baru dari Kodam IV/Diponegoro, Bupati Semarang Apresiasi Kepemimpinan Mayjen Eddy Suryadi

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle M. Supadi
    • 0Komentar

    SEMARANG | EksposJateng.com – Malam itu terasa hangat, meski dipenuhi nuansa resmi dan khidmat. Dalam suasana penuh kebersamaan, tokoh-tokoh penting dari berbagai unsur hadir dalam sebuah momentum penting: pisah sambut Pangdam IV/Diponegoro. Di tengah semangat kebangsaan yang mengalir dalam ruangan, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H. hadir memberi penghormatan, bukan sekadar sebagai kepala daerah, […]

  • Walikota Salatiga Terima Audiensi Yayasan Pendidikan STIE AMA

    Walikota Salatiga Terima Audiensi Yayasan Pendidikan STIE AMA

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Indra Widiyatmiko
    • 0Komentar

    SALATIGA | EksposJateng.com – Walikota Salatiga, dr. Robby Hermawan, Sp.OG., menerima audiensi dengan Yayasan Pendidikan Salatiga STIE AMA di ruang kerjanya, Rabu (13/8/2025). Pertemuan ini membahas rencana pengembangan pendidikan di Kota Salatiga, khususnya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMA. Dalam pertemuan tersebut, Ketua STIE AMA memaparkan program pengabdian masyarakat yang fokus pada pengelolaan sampah […]

  • Tabrakan Maut di Simpang Tiga Blotongan, Pengendara CBR Tewas Usai Dilarikan ke RS

    Tabrakan Maut di Simpang Tiga Blotongan, Pengendara CBR Tewas Usai Dilarikan ke RS

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Bang Nur
    • 0Komentar

    SALATIGA | EksposJateng.com  – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Fatmawati, tepatnya di Simpang Tiga Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Minggu (29/6/2025) dini hari. Peristiwa ini melibatkan sepeda motor Honda CBR 150 bernomor polisi H-6435-JK dan bus Sugeng Rahayu bernomor polisi W-7656-UP. Plh Kasi Humas Polres Salatiga, IPTU Sutopo mengungkapkan, pengendara sepeda motor diketahui bernama Ibrohim […]

  • Pisah Sambut Dandim 0714, Bupati Semarang Tegaskan Komitmen Perkuat Koordinasi

    Pisah Sambut Dandim 0714, Bupati Semarang Tegaskan Komitmen Perkuat Koordinasi

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Indra W
    • 0Komentar

    UNGARAN | EksposJateng.com – Serah terima jabatan Komandan Kodim 0714/Salatiga berlangsung hangat di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis malam, 12 Februari 2026. Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho resmi menggantikan Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes. Fajar sebelumnya menjabat Komandan Batalyon Kavaleri 11/Macan Setia Cakti di Nanggroe Aceh Darussalam. Adapun Guvta mendapat penugasan baru sebagai […]

  • Jateng Genjot Produksi Jagung, Grobogan Disiapkan Jadi Sentra Nasional

    Jateng Genjot Produksi Jagung, Grobogan Disiapkan Jadi Sentra Nasional

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Agung Kusuma
    • 0Komentar

    GROBOGAN | EksposJateng.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan produksi jagung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Kabupaten Grobogan menjadi salah satu daerah strategis yang diprioritaskan untuk pengembangan komoditas tersebut. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, seusai menghadiri Haflah Khotmil Qur’an ke-4 dan Haul Masyayikh di Pondok […]

expand_less