Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » REGIONAL » “DIS/ORDER” di Jogja, Ketika Kelelahan Mental Bicara Lewat Karya Seni

“DIS/ORDER” di Jogja, Ketika Kelelahan Mental Bicara Lewat Karya Seni

  • account_circle M Nafiul Haris
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

YOGYAKARTA | EskposJateng.com – Di tengah tuntutan hidup yang serba cepat, rasa lelah sering kali dipendam dan dianggap biasa. Lewat pameran “DIS/ORDER: It’s fine, actually”, sebanyak 20 seniman mencoba membalik cara pandang itu, mengangkat kelelahan mental sebagai sesuatu yang layak dilihat dan dibicarakan.

Pameran yang digelar di Sangkasa Gallery pada 29 April hingga 1 Mei 2026 ini menghadirkan karya-karya yang dekat dengan realitas sehari-hari: kecemasan, tekanan sosial, hingga kejenuhan yang kerap disembunyikan.

Berangkat dari inisiatif mahasiswa Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta, pameran ini menjadi ruang pertemuan antara pengalaman personal dan isu sosial. Di bawah bimbingan Mikke Susanto, para peserta tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga mengelola ide, ruang, dan cara berkomunikasi dengan publik.

Alih-alih menawarkan jawaban, “DIS/ORDER” justru mengajak pengunjung untuk menerima “ketidakteraturan” sebagai bagian dari hidup. Dari situlah muncul kritik halus terhadap standar sosial yang menuntut setiap orang selalu terlihat kuat dan baik-baik saja.

Salah satu seniman, Singgih Adhi Prasetyo, menyebut pameran ini sebagai ruang belajar yang nyata.

“Kita jadi tahu bagaimana setiap kelompok membaca masalah dan menerjemahkannya ke dalam karya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan M Salafi Handoyo yang melihat pameran ini lebih dari sekadar ajang pamer karya.

“Ini cara kami jujur pada realitas, lalu menghubungkannya dengan publik,” katanya.

Tak hanya menampilkan karya visual, pameran ini juga diramaikan dengan pertunjukan seni, diskusi, workshop, hingga art book. Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum tanpa biaya.

Melalui “DIS/ORDER”, para seniman seakan mengingatkan bahwa di balik segala tuntutan hidup, ada ruang untuk jujur pada diri sendiri, dan seni bisa menjadi salah satu caranya.(*)

  • Penulis: M Nafiul Haris
  • Editor: Indra W

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serbaindo Wisuda 55 Lulusan, Luncurkan LSP Bahasa Asing Pertama di Indonesia

    Serbaindo Wisuda 55 Lulusan, Luncurkan LSP Bahasa Asing Pertama di Indonesia

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Indra
    • 0Komentar

    SALATIGA | EksposJateng.com – LPK SO Serbaindo melepas 55 wisudawan dan wisudawati dalam Wisuda Ke-11 di Hotel Laras Asri, Senin (4/8/2025). Momen ini sekaligus jadi ajang peluncuran Lembaga Sertifikasi Profesi Bahasa Asing (LSPBA) pertama di Indonesia. LSPBA yang berkantor pusat di Jakarta Selatan ini digadang jadi mitra resmi BNSP dan LA-LPK, dengan wewenang mengeluarkan sertifikat […]

  • Wali Kota Salatiga Lantik 10 Pejabat Tinggi Pratama, Perkuat Struktur Birokrasi

    Wali Kota Salatiga Lantik 10 Pejabat Tinggi Pratama, Perkuat Struktur Birokrasi

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Indra Widiyatmiko
    • 0Komentar

    SALATIGA | EksposJateng.com – Pemerintah Kota Salatiga terus berkomitmen memperkuat sistem birokrasi yang efektif dan adaptif. Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui pelantikan 10 Pejabat Tinggi Pratama yang dilaksanakan di Ruang Kaloka Setda Kota Salatiga, Selasa (5/8/2025). Pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., dan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah […]

  • Pemkot Salatiga dan Delegasi Korea Gelar Pesta Keakraban Budaya di GBI Jemaat Hidup Baru

    Pemkot Salatiga dan Delegasi Korea Gelar Pesta Keakraban Budaya di GBI Jemaat Hidup Baru

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Bang Nur
    • 0Komentar

    SALATIGA | EksposJateng.com – Pemerintah Kota Salatiga bersama delegasi Korea Selatan menggelar Pesta Keakraban dan Tukar Budaya Indonesia-Korea yang berlangsung meriah di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Jemaat Hidup Baru Salatiga, Jumat (27/6/2025). Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan hadir langsung dalam kegiatan ini, didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan. Sejumlah tokoh turut menghadiri […]

  • SAKRAL Konsisten Lestarikan Keris Lewat Pertemuan Rutin

    SAKRAL Konsisten Lestarikan Keris Lewat Pertemuan Rutin

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Indra W
    • 0Komentar

    Salatiga | EksposJateng.com – Paguyuban Keris SAKRAL (Salatiga Keris Ageman Lestari) menggelar pertemuan rutin di Kolam Sitalang, Kauman Kidul, belum lama ini, sebagai bagian dari upaya pelestarian keris sebagai warisan budaya adiluhung Nusantara. Ketua Paguyuban SAKRAL Nyoto Yulianto mengatakan, pertemuan tersebut dihadiri tujuh orang pengurus inti. “Kehadiran pengurus inti menegaskan komitmen kami dalam menjaga eksistensi, […]

  • Rayakan Hari Anak Nasional, Srikandi PLN Icon Plus Bawa Keceriaan ke TK ABA 43

    Rayakan Hari Anak Nasional, Srikandi PLN Icon Plus Bawa Keceriaan ke TK ABA 43

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Galang
    • 0Komentar

    SEMARANG | EksposJateng.com – Suasana ceria menyelimuti TK ABA 43 Banyumanik, Semarang, saat puluhan anak-anak disambut dengan kegiatan sosial dan edukatif dari para Srikandi PLN Icon Plus. Momen spesial ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, sebagai wujud nyata kepedulian PLN Icon Plus terhadap generasi muda sejak usia dini. Tak hanya sekadar kunjungan, […]

  • Platform SPARTAVBUD Digagas, Pelaku Budaya Semarang Bidik Pasar Digital

    Platform SPARTAVBUD Digagas, Pelaku Budaya Semarang Bidik Pasar Digital

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Haris
    • 0Komentar

    Semarang | EksposJateng.com – Transformasi digital mulai menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku seni dan budaya di daerah. Di Kota Semarang, langkah itu mulai diarahkan melalui pengembangan platform khusus bernama SPARTAVBUD (Smart Platform for Art and Cultural Digital Marketing). Gagasan ini mencuat dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Yayasan Dewi Sartika melalui program Dana Indonesiana […]

expand_less