LitFest 2026 Dibuka di Taman Cerdas Salatiga, Literasi Dirayakan, Tantangan Minat Baca Mengintai
- account_circle Indra W
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

SALATIGA | EskposJateng.com – Festival literasi tahunan, LitFest 2026, resmi dibuka di Taman Cerdas Kota Salatiga, Rabu (29/4/2026). Selama empat hari hingga 2 Mei 2026, kegiatan ini menghadirkan beragam agenda yang memadukan literasi dengan budaya lokal.
Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri pegiat literasi, komunitas seni, pelajar, hingga masyarakat umum. Antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama, terutama dalam mengikuti berbagai kegiatan interaktif yang disiapkan panitia.
Tahun ini, LitFest mengusung pendekatan yang lebih luas dengan menempatkan budaya sebagai bagian dari literasi. Sejumlah agenda digelar, mulai dari talkshow bersama penulis, workshop kepenulisan, bedah buku, hingga pameran budaya.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah pameran keris yang dihadirkan oleh Paguyuban Sakral Salatiga Ageman Lestari. Pameran ini tidak hanya menampilkan koleksi pusaka, tetapi juga memberikan edukasi tentang filosofi, sejarah, hingga nilai spiritual dalam tradisi tosan aji.
Pengunjung bahkan dapat berdialog langsung dengan anggota paguyuban untuk memahami makna di balik setiap bilah keris mulai dari pamor hingga nilai simboliknya dalam kehidupan masyarakat Jawa.
Ketua panitia LitFest 2026 mengatakan, festival ini dirancang untuk memperluas pemahaman publik tentang literasi yang tidak terbatas pada aktivitas membaca buku semata.
“Literasi itu luas, tidak hanya soal teks. Budaya, tradisi, hingga warisan seperti keris juga bagian dari literasi yang perlu dipahami generasi muda,” ujarnya.
Meski demikian, di balik kemeriahan festival, tantangan mendasar masih membayangi. Rendahnya minat baca di kalangan masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terjawab hanya melalui kegiatan seremonial.
Festival seperti LitFest dinilai penting sebagai pemantik, namun keberlanjutan gerakan literasi tetap bergantung pada konsistensi program di luar agenda tahunan. Tanpa itu, gaung literasi dikhawatirkan hanya ramai saat festival, lalu meredup setelahnya.
Dengan rangkaian kegiatan yang beragam, LitFest 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas generasi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Namun, efektivitasnya dalam meningkatkan budaya literasi secara jangka panjang masih menjadi tantangan yang perlu dijawab bersama.
- Penulis: Indra W

Saat ini belum ada komentar