Halalbihalal IKAL Lemhannas, Bamsoet Serukan Jaga Stabilitas Nasional
- account_circle Indra W
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar

JAKARTA | EksposJateng – Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mengajak Ikatan Alumni (IKAL) Lemhannas menjaga stabilitas nasional di tengah gejolak geopolitik global yang kian kompleks. Seruan itu disampaikan dalam kegiatan halalbihalal alumni KSA XIII Lemhannas 2005 di Parle Senayan, Minggu (26/4).
Ia menilai eskalasi konflik global, khususnya di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, telah memicu gangguan rantai energi dunia serta meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Dunia saat ini sedang menghadapi situasi yang sangat tidak stabil. Konflik geopolitik telah berkembang menjadi krisis multidimensi yang memengaruhi energi, pangan, ekonomi, hingga keamanan siber,” ujar Bamsoet.
Mengacu laporan Dana Moneter Internasional April 2026, ia menyebut konflik geopolitik telah mendorong kenaikan harga komoditas dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Bagi Indonesia, tekanan tersebut berpotensi membebani APBN, terutama dari sektor subsidi energi akibat lonjakan harga minyak.
Bamsoet menekankan, IKAL Lemhannas memiliki posisi strategis karena beranggotakan tokoh lintas sektor, mulai dari pemerintahan, militer, dunia usaha hingga akademisi. Jaringan luas dan pemahaman geopolitik yang dimiliki dinilai mampu menjembatani kebijakan negara dengan implementasi di lapangan.
“Alumni Lemhannas harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional. Mereka memiliki bekal pemikiran strategis untuk memastikan kebijakan negara berjalan efektif di tengah dinamika global,” katanya.
Ia juga mendorong IKAL Lemhannas berperan sebagai komunitas strategis yang aktif memberikan masukan berbasis analisis mendalam, sekaligus memperkuat literasi kebangsaan dan kohesi sosial.
“Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan global bisa memicu instabilitas di dalam negeri. Di sinilah peran IKAL Lemhannas sebagai perekat bangsa,” ujarnya.
Selain itu, Bamsoet mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap transformasi digital dan ancaman siber. Kolaborasi lintas sektor serta penguatan kapasitas analisis berbasis data dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
“Ke depan, IKAL Lemhannas harus menjadi pusat pemikiran strategis yang adaptif, responsif, dan solutif agar dapat berkontribusi nyata menjaga stabilitas nasional,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Indra W

Saat ini belum ada komentar