“DIS/ORDER” di Jogja, Ketika Kelelahan Mental Bicara Lewat Karya Seni
- account_circle M Nafiul Haris
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

YOGYAKARTA | EskposJateng.com – Di tengah tuntutan hidup yang serba cepat, rasa lelah sering kali dipendam dan dianggap biasa. Lewat pameran “DIS/ORDER: It’s fine, actually”, sebanyak 20 seniman mencoba membalik cara pandang itu, mengangkat kelelahan mental sebagai sesuatu yang layak dilihat dan dibicarakan.
Pameran yang digelar di Sangkasa Gallery pada 29 April hingga 1 Mei 2026 ini menghadirkan karya-karya yang dekat dengan realitas sehari-hari: kecemasan, tekanan sosial, hingga kejenuhan yang kerap disembunyikan.
Berangkat dari inisiatif mahasiswa Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta, pameran ini menjadi ruang pertemuan antara pengalaman personal dan isu sosial. Di bawah bimbingan Mikke Susanto, para peserta tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga mengelola ide, ruang, dan cara berkomunikasi dengan publik.
Alih-alih menawarkan jawaban, “DIS/ORDER” justru mengajak pengunjung untuk menerima “ketidakteraturan” sebagai bagian dari hidup. Dari situlah muncul kritik halus terhadap standar sosial yang menuntut setiap orang selalu terlihat kuat dan baik-baik saja.
Salah satu seniman, Singgih Adhi Prasetyo, menyebut pameran ini sebagai ruang belajar yang nyata.
“Kita jadi tahu bagaimana setiap kelompok membaca masalah dan menerjemahkannya ke dalam karya,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan M Salafi Handoyo yang melihat pameran ini lebih dari sekadar ajang pamer karya.
“Ini cara kami jujur pada realitas, lalu menghubungkannya dengan publik,” katanya.
Tak hanya menampilkan karya visual, pameran ini juga diramaikan dengan pertunjukan seni, diskusi, workshop, hingga art book. Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum tanpa biaya.
Melalui “DIS/ORDER”, para seniman seakan mengingatkan bahwa di balik segala tuntutan hidup, ada ruang untuk jujur pada diri sendiri, dan seni bisa menjadi salah satu caranya.(*)
- Penulis: M Nafiul Haris
- Editor: Indra W

Saat ini belum ada komentar