POSDHESI Tekankan Integrasi Riset dan Bahasa Asing untuk Dongkrak Daya Saing Lulusan HES
- account_circle Nurrun Jamaludin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

YOGYAKARTA | EksposJateng.com – Perkumpulan Program Studi dan Dosen Hukum Ekonomi Syariah Indonesia menyoroti pentingnya integrasi riset, pengabdian kepada masyarakat, dan penguasaan bahasa asing sebagai kunci meningkatkan daya saing lulusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) di tingkat global.
Penegasan tersebut mengemuka dalam webinar nasional yang dirangkaikan dengan halal bihalal, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan bertema “Peningkatan Kapasitas Dosen Hukum Ekonomi Syariah ke Arah Penguatan Kemampuan Lulusan dalam Kompetisi Global” itu digelar secara daring melalui Zoom dan diikuti dosen serta pengelola program studi HES dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ketua Umum POSDHESI, Abdul Mujib, mengatakan dunia hukum ekonomi syariah menghadapi tantangan serius di tengah percepatan teknologi. Ia mencontohkan kemunculan smart contract yang telah mengubah praktik perikatan bisnis modern, namun belum sepenuhnya diimbangi kesiapan sumber daya manusia.
“Pengajaran hukum masih cenderung normatif dan belum responsif terhadap dinamika industri. Karena itu, perlu paradigma baru agar lulusan HES mampu bersaing secara global,” ujar Mujib.
Ia menilai forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi sekaligus merumuskan arah pengembangan keilmuan HES yang lebih adaptif.
Dalam sesi halal bihalal, Guru Besar HES UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Fakhruddin, mengajak peserta melakukan tiga refleksi, yakni refleksi diri, kelembagaan, dan masa depan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara capaian akademik dan nilai spiritual dalam pengembangan keilmuan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Sahiron Samsudin, menekankan dua langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dosen HES. Pertama, memperluas akses terhadap literatur kontemporer, termasuk hasil riset lima tahun terakhir. Kedua, memperkuat kemampuan bahasa asing sebagai pintu masuk ke khazanah keilmuan global.
Menurut dia, penguatan kapasitas dosen tidak bisa dilepaskan dari integrasi antara riset, pengabdian kepada masyarakat (PkM), dan pengajaran.
“Dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga meneliti dan mengabdi. Ketiganya harus terintegrasi agar pembelajaran menjadi kontekstual dan berdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, integrasi tersebut akan membuat mahasiswa lebih siap menghadapi realitas sosial-ekonomi serta kompetisi global yang semakin kompleks.
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Sejumlah dosen menyampaikan pandangan terkait penguatan kurikulum, termasuk kebutuhan menyesuaikan materi ajar dengan perkembangan industri dan teknologi.
Melalui kegiatan ini, POSDHESI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kapasitas akademik dan profesional dosen HES, sekaligus menyiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan berdaya saing global.
- Penulis: Nurrun Jamaludin
- Editor: Indra W

Saat ini belum ada komentar