Bamsoet: Dunia Masuki Fase Rawan Geopolitik, KADIN Dukung Penuh Kebijakan Pemerintah Prabowo
- account_circle Indra W
- calendar_month Kam, 23 Apr 2026
- comment 0 komentar

JAKARTA | EksposJateng.com – Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia mendukung penuh kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
Menurut Bamsoet, dunia saat ini memasuki fase paling rawan sejak berakhirnya Perang Dingin. Ketegangan geopolitik meningkat di berbagai kawasan strategis, mulai dari konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, hingga perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina yang turut menyeret keterlibatan NATO. Selain itu, manuver ekspansi China di kawasan Indo-Pasifik dinilai memperkuat indikasi pergeseran tatanan global.
“Yang kita hadapi sekarang adalah perubahan struktur kekuatan dunia secara mendasar. Konflik yang terlihat di permukaan hanyalah gejala dari perebutan pengaruh, sumber daya, dan jalur strategis ekonomi dunia,” kata Bamsoet, Kamis (23/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti KADIN Indonesia Strategic Response Meeting yang dipimpin Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie di Jakarta.
Bamsoet menilai posisi Indonesia sangat strategis sekaligus rentan karena berada di jalur perdagangan utama dunia, seperti Selat Malaka dan kawasan Laut Natuna. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi titik temu kepentingan kekuatan besar dunia.
Ia mengingatkan, ancaman paling nyata saat ini berada pada sektor ketahanan ekonomi nasional, terutama energi dan pangan. Harga minyak dunia yang berada di kisaran 60–70 dolar AS per barel dinilai masih stabil, namun berpotensi melonjak jika terjadi gangguan di Selat Hormuz.
Selain itu, ketergantungan terhadap impor pangan seperti gandum, kedelai, dan gula juga menjadi titik lemah. Gangguan rantai pasok global akibat konflik geopolitik dapat berdampak langsung pada kenaikan harga pangan dan memicu inflasi di dalam negeri.
“Kita harus kompak sebagai bangsa dalam menghadapi potensi kerawanan sosial yang dipicu tekanan ekonomi global, termasuk isu-isu provokatif yang dapat memperkeruh situasi,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis, Bamsoet menyebut KADIN mendorong pembentukan Dewan Ketahanan Ekonomi Nasional yang berfungsi seperti pusat kendali lintas kementerian untuk merespons dinamika global secara cepat dan terukur.
Di tingkat global, Indonesia juga didorong untuk memperkuat posisi sebagai negara non-blok dengan mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, sekaligus memperluas kerja sama dengan negara-negara berkembang guna menjaga stabilitas dan kedaulatan nasional.
- Penulis: Indra W
- Editor: Agus Subekti

Saat ini belum ada komentar