KTT ASEAN di Filipina, Prabowo Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Dampak Geopolitik Global
- account_circle Ramsi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

JAKARTA | EksposJateng.com – Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerja ke Filipina dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-48 dengan membawa penguatan komitmen bersama negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan global, khususnya di sektor ketahanan pangan dan energi.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan isu utama yang mengemuka dalam berbagai sesi KTT adalah respons kolektif ASEAN terhadap dampak situasi geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan negara-negara di kawasan.
“Intinya adalah pertama respons bersama ASEAN dalam menyikapi situasi yang terjadi di Timur Tengah yang semua merasakan, memberikan efek langsung terhadap kehidupan negara-negara di kawasan. Khususnya di sektor-sektor ekonomi, terlebih lagi di ketersediaan pangan dan energi,” ujar Sugiono kepada awak media, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Sugiono, para pemimpin ASEAN memiliki kesadaran yang sama bahwa kawasan Asia Tenggara harus semakin tangguh menghadapi ketidakpastian global. Karena itu, penguatan kerja sama regional di bidang pangan dan energi menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam KTT ke-48 ASEAN.
“Ada satu kesadaran bersama yang tumbuh bahwa dengan situasi yang terjadi saat ini perlu suatu inisiatif bersama untuk menjadikan ASEAN ini sebagai suatu wilayah yang resilient, khususnya di bidang energi dan pangan,” katanya.
Sugiono menjelaskan, agenda tersebut sejalan dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang sejak awal menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai fondasi penting bagi kedaulatan dan ketahanan nasional. Pemerintah Indonesia disebut terus mempercepat berbagai program strategis guna mendukung tujuan tersebut.
“Ketahanan energi dan ketahanan pangan merupakan hal yang paling mendasar yang harus dipenuhi oleh sebuah negara,” ujar Sugiono.
Dalam forum tersebut, para pemimpin ASEAN juga menyepakati sejumlah hasil konkret atau deliverables untuk memperkuat ketahanan kawasan. Beberapa di antaranya yakni ASEAN Petroleum Security Agreement dan APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve) yang menjadi bagian penting kerja sama regional di sektor energi dan pangan.
Sugiono menegaskan dinamika global saat ini menunjukkan konflik yang terjadi di suatu kawasan dapat dengan cepat berdampak pada negara-negara lain, termasuk Asia Tenggara.
“Karena kita sadari bersama sesuatu ataupun perang yang terjadi di sebuah kawasan yang jauh dari kita dengan cepat akan langsung berimbas pada perikehidupan masyarakat di kawasan kita. Dan inilah yang dirasakan oleh seluruh negara-negara ASEAN,” tutur Sugiono.
- Penulis: Ramsi
- Editor: Indra W

Saat ini belum ada komentar