Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » REGIONAL » Lawan Rendahnya Minat Baca, Komunitas Guru Suka Baca Resmi Bergerak

Lawan Rendahnya Minat Baca, Komunitas Guru Suka Baca Resmi Bergerak

  • account_circle Agus Subekti
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Salatiga | EksposJateng.com – Kegelisahan itu lama beredar di ruang-ruang kelas: minat baca siswa rendah, daya paham tersendat, diskusi sering berakhir dangkal. Namun Jumat siang, 27 Februari 2026, di ruang hangat , kegelisahan itu menjelma menjadi gerakan.

Komunitas Guru Suka Baca resmi menggelar pertemuan perdananya bertajuk “Guru Guneman #1”. Sebuah forum berbagi buku yang sederhana dalam bentuk, tetapi terasa serius dalam niat. Lima guru tampil bergantian, membedah buku dengan gaya yang tak seragam—seperti kelas-kelas yang hidup oleh karakter pengajarnya masing-masing.

Komunitas ini lahir dari keyakinan yang nyaris terdengar klise, tetapi justru kerap diabaikan: guru harus menjadi pembaca aktif. Dari tangan merekalah pengetahuan dirawat, rasa ingin tahu disemai, dan buku menemukan kembali martabatnya sebagai bahan bakar berpikir kritis.

Di forum itu, resensi tak dibacakan dengan nada datar. Ada yang mengisahkan buku layaknya dongeng, hangat dan mengalir. Ada yang menyelipkan humor cerdas hingga tawa pecah di sela paragraf. Seorang guru bercerita reflektif, mengaitkan isi buku dengan pengalaman mengajar yang getir sekaligus membahagiakan. Bahkan satu sesi terasa seperti pengajian kecil—penuh wejangan, tenang, dan kontemplatif.

Perhatian peserta tersedot ketika Kak Nita membedah buku Ensexclopedia. Topik pendidikan seks yang kerap diselimuti kecanggungan, diurai dengan bahasa ringan namun berbobot. Ia membuka ruang dialog tentang literasi seksualitas—bukan sebagai sensasi, melainkan sebagai kebutuhan keluarga dan sekolah.

“Seru banget menyimak resensi Kak Nita mengenai sex education dengan dibantu buku Ensexclopedia tadi. Setelah ini jadi pengen beli bukunya, bertukar pikiran sama ayahnya anak-anak, terus kita mulai petualangan belajar seksualitas bersama anak-anak,” ungkap Bunda Joe, salah satu ibu yang hadir bersama anak remajanya.

Di sudut ruangan, tampak dan Dodik Mariyanto, founder School of Life Lebah Putih dan Arunika, menyimak dengan wajah sumringah. Septi menyebut gerakan ini sebagai ikhtiar sunyi yang layak dirawat.

“Saya senang kakak-kakak terus belajar dan banyak membaca. Kalau kakak-kakaknya saja kemana-mana bawa buku bacaan, maka saya optimis generasi anak-anak yang dirawat oleh kakak yang gemar membaca adalah calon generasi emas yang mulia, memiliki rasa empati yang kuat sekaligus kritis dan solutif dalam memecahkan masalah,” ungkap Septi.

Kehadiran para tokoh pendidikan itu mempertegas bahwa forum ini bukan sekadar klub baca. Ia adalah strategi kebudayaan dalam skala kecil: membangun fondasi generasi dari hulu, yakni guru.

Pertemuan ini juga diramaikan pegiat literasi dari serta tim . Kolaborasi lintas komunitas itu memberi pesan sederhana: literasi tak bisa dikerjakan sendirian.

Gerakan ini tumbuh dari paradoks yang tak nyaman. Sejumlah penelitian menunjukkan tingkat literasi Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ironisnya, dalam beberapa survei, guru termasuk kelompok dengan frekuensi membaca yang relatif rendah dibanding profesi lain. Dari keganjilan itulah Guru Suka Baca berangkat.

“Bagaimana mungkin kita berharap siswa mencintai buku jika guru tidak lebih dulu akrab dengannya?” menjadi pertanyaan reflektif yang menggema di antara kursi-kursi lipat sore itu.

Melalui komunitas ini, para guru mencoba membangun ruang aman untuk bertumbuh sebagai pembaca—bukan untuk saling menghakimi, bukan untuk berlomba jumlah buku, melainkan untuk merayakan setiap halaman yang selesai dibaca dan dipahami.

“Guru Guneman” direncanakan menjadi agenda rutin bulanan. Harapannya, ia tak berhenti sebagai euforia pertemuan pertama, melainkan menjelma budaya baru di kalangan pendidik: membaca sebagai laku, berpikir sebagai kebiasaan, dan refleksi sebagai napas kelas.

Sebab ketika guru membaca, siswa melihat.
Ketika guru berpikir, siswa belajar berpikir.
Dan ketika guru mencintai buku, literasi menemukan rumahnya kembali.

  • Penulis: Agus Subekti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Semarang Turun Tangan, Polemik Rumah Makan Sultan Agung Kian Panas

    Wali Kota Semarang Turun Tangan, Polemik Rumah Makan Sultan Agung Kian Panas

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Bang Noer
    • 0Komentar

    SEMARANG | EksposJateng.com – Setelah lebih dari setahun jadi buah bibir di media sosial, polemik pembangunan rumah makan di Jalan Sultan Agung No. 79, Kota Semarang, kembali mencuat. Kasus yang semula dianggap selesai diam-diam, kini menyeret perhatian Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Bangunan megah di kawasan elite itu diduga berdiri tak sepenuhnya sesuai izin. […]

  • Pedagang Soto Meninggal Mendadak di Pasar Bandarjo, Begini Kronologinya

    Pedagang Soto Meninggal Mendadak di Pasar Bandarjo, Begini Kronologinya

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle M. Supadi
    • 0Komentar

    UNGARAN | EksposJateng.com — Suasana Pasar Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mendadak gempar pada Jumat pagi, 27 Juni 2025. Seorang pedagang soto bernama Muhlisin (55), warga Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, ditemukan meninggal dunia secara mendadak di lapak tempat ia berjualan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB dan pertama kali diketahui oleh Rahman […]

  • Rayakan Hari Anak Nasional, Srikandi PLN Icon Plus Bawa Keceriaan ke TK ABA 43

    Rayakan Hari Anak Nasional, Srikandi PLN Icon Plus Bawa Keceriaan ke TK ABA 43

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Galang
    • 0Komentar

    SEMARANG | EksposJateng.com – Suasana ceria menyelimuti TK ABA 43 Banyumanik, Semarang, saat puluhan anak-anak disambut dengan kegiatan sosial dan edukatif dari para Srikandi PLN Icon Plus. Momen spesial ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, sebagai wujud nyata kepedulian PLN Icon Plus terhadap generasi muda sejak usia dini. Tak hanya sekadar kunjungan, […]

  • Restoran Mewah di Sultan Agung Disoal, LAI Jateng Desak Wali Kota Bongkar Bangunan

    Restoran Mewah di Sultan Agung Disoal, LAI Jateng Desak Wali Kota Bongkar Bangunan

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Bang Nur
    • 0Komentar

    SEMARANG | EKSPOSJATENG.COM – Aroma polemik menyeruak dari proyek bangunan rumah makan di Jalan Sultan Agung No. 79 Kota Semarang. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Jawa Tengah resmi mengadukan kasus ini ke Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Ketua DPD LAI Jateng, Yoyok Sakiran, menegaskan bangunan tersebut sarat dugaan pelanggaran. “Bangunan rumah […]

  • POLISI SAHABAT ANAK! Murid TK Al Huda Dapat “Pelajaran Seru” dari Satlantas Polres Semarang

    POLISI SAHABAT ANAK! Murid TK Al Huda Dapat “Pelajaran Seru” dari Satlantas Polres Semarang

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle M. Supadi
    • 0Komentar

    UNGARAN | EksposJateng.com – Ada yang beda di halaman TK Al Huda, Beji, Ungaran Timur, Rabu (16/7/2025) pagi. Bukan pelajaran biasa, kali ini puluhan bocah lucu berseragam merah putih itu diajak belajar tertib lalu lintas langsung dari ahlinya—para polisi lalu lintas. Dalam rangka Operasi Patuh Candi 2025, Satlantas Polres Semarang menghadirkan program PSA (Polisi Sahabat […]

  • PLN Icon Plus Hadirkan Edukasi Digital di MPLS SMPN 4 Yogyakarta, Bekali Siswa Baru dengan Literasi Digital Sejak Dini

    PLN Icon Plus Hadirkan Edukasi Digital di MPLS SMPN 4 Yogyakarta, Bekali Siswa Baru dengan Literasi Digital Sejak Dini

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Ridwan
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA | EksposJateng.com  – Dalam rangka mendukung peningkatan literasi digital di kalangan pelajar, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah hadir sebagai guru tamu pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 4 Yogyakarta, Senin (14/7). Kegiatan MPLS yang diikuti seluruh siswa baru angkatan 2025 ini mengusung tema “Penggunaan Internet dan Media […]

expand_less